Tugas Pengantar Manajemen Ke 2 (Perencanaan dan Manajemen Strategis


Disusun Oleh :
             1. Ni putu Ria F
                2. Adi Tri Wibowo
                 3. Meta Wulandari
                      4. Dibyanti Daniswari
                                     5. Rhi Byant Dooonk Pastinya
  6. Afifah S
    7. Gerry H

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP IPB
26 SEPTEMBER 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan di dalam dunia usaha semakin ketat. Perusahan di tuntut untuk dapat berinovasi agar bisnis yang dijalankannya senantiasa bekembang dan dapat bersaing dengan perusahaan lainya, serta output yang dihasilkan dapat diterima dengan baik oleh masayrakat. Dengan begitu perusahan dapat memperluas jaringan usahanya. Agar hal tersebut dapat tercapai maka suatu perusahaan harus memiliki suatu perencanaan usaha yang baik dimana didalamnya mencakup sasaran, strategi untuk mencapai sasaran, serta pengintegrasian dan pengkoordinasian pekerjaan.
Proses perencanaan dalam perusahaan dilakukan oleh para manajer tingkat atas dengan dibantu oleh departeman perencanaan formal yang ada. Departemen ini terdiri dari sekelompok spesialis perencanaan yang bertanggung jawab untuk membantu manajer dalam menuliskan berbagai rencana organisasi. Renacana yang dibuat manajer tersebut akan mengalir ke departemen-departemen di bawahnya dan akan disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di setiap tingkatan departemen-departemen tersebut.
Perencanaan yang dilakukan oleh manajer perusahaan umumnya lebih mengutamakan pada perolehan laba yang lebih tinggi, sehingga modal yang di pakai dalam menjalankan usaha dapat kembali dan keuangan perusahaan pun menunjukan nilai yang positif. Namun adakalanya, manajer-manajer di perusahaan yang skalanya kecil lebih memilih untuk melakukan perencanaan informal dengan tidak menulis apapun dan hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali penyampain akan sasaran yang hendak dicapai oleh perusahaan kepada orang lain di perusahaan tersebut. Rencana yang disusun antar perusahan-perusahaan umumnya memiliki jangka waktu tertentu. Suatu perusahaan bisa saja menerapkan rencana jangka panjang dengan  estimasi waktu lebih dari tiga tahun, namun bisa juga perusahaan itu menerapkan rencana jangka pendek dengan durasi satu tahun atau bakan kurang.
Selain perencanaan, suatu perusahaan juga harus memiliki manajemen strategis. Namun sebenaranya, perencanaan itu sendiri telah tercakup di dalam manajemen strategis. Manajemen strategis dapat di definisikan sebagai proses delapan langkah yang didalamnya mencakup perencanaan, implementasi dan evaluasi strategis. Delapan langkah itu meliputi :
 1). pengidentifikasian misi, tujuan, dan strategi
 2). Menganalisis lingkungan agar sesuai dengan strategi perusahaan
 3). Mengidentifikasikan peluang dan ancaman yang ada
 4). Menganalisis bagaimana sumber daya dan kemampuan perusahaan
 5). Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
 6). Merumuskan strategi terbaik yang bisa diterapkan
 7). Mengimplementasikan strategi yang dipilih
 8). Mengevaluasi hasil dari implementasi strategi perusahaan.
Strategi dalam organisasi dibagi menjadi : strategi tingkat korporasi yang tujuannya untuk menentukan bisnis apa yang sebaiknya dimasuki oleh perusahaan, strategi tingkat perusahaan yang menentukan bagaimana cara organisasi bersaing setiap bisnisnya, serta strategi tingkat fungsional untuk menentukan cara mendukung strategi tingkat perusahaan. Strategi-strategi tersebut harus saling mendukung dengan strategi yang ada pada tingkatan perusahaan

B. Tujuan
1.  Mengetahui  bagaimana perencanaan yang dibuat oleh suatu perusahaan.
2. Mengetahui bagaimana langkah dan pendekatan yang digunakan dalam                         membuat suatu perencanaan perusahaan.
3.  Mengetahui hal apa saja yang diperlukan oleh sutau perusahaan agar rencana yang diterapkan dapat berjalan efektif di dalam realitas pelaksanaannya.
4. Mengetahui manajemen strategis suatu perusahaan dalam menyusun perencanaan.


BAB II
ISI

A. Hasil Wawancara
Dalam rangka mencapai tujuan penulisan, maka pada hari Rabu 21 September 2011 penulis melakukan wawancara pada sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang kuliner ayam goreng. Perusahaan tersebut berlokasi di jalan Babakan Raya Dramaga, Bogor.


Sekilas Tentang perusahaan
Nama usaha         : Hot Crispy
Lama usaha          : 7 tahun (2004-sekarang)
Jumlah karyawan  : 11 orang
Omset                  : Rp 7.000.000/hari.
Manajer                : Nadi
Umur manajer      : 29 tahun

Berikut ini hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Bapak Nadi selaku manajer Hot Crispy :
*) keterangan : T = Kelompok Coleus
                         J = Manajer Hot Crispy

1.   T: Menurut Bapak bagaimana tingkat kepentingan dalam membuat perencanaan dalam menjalankan usaha?
J: Memperluas usaha itu penting karena mempengaruhi peningkatan keuntungan

2.      T: Dalam menjalankan usaha ini, rencana apa saja yang digunakan untuk:
a.       meningkatkan penjualan
J:  Kami berusaha meningkatkan penjualan dengan cara menciptakan produk yang memiliki cita rasa berbeda daripada umumnya.
b.      mempertahankan kualitas
J:  Takaran bumbu dijaga ketepatannya agar selalu memberikan cita rasa tidak berubah
c.       meningkatkan laba
J:  Meningkatkan harga ayam yang dijual ketika harga bahan bakunya naik, karena pada saat harga bahan baku turun ayam yang kami jual tidak ikut mengalami penurunan.
d.      menambah cabang
J:  Hal yang kami lakukan petama-tama tentunya mencari lokasi yang tepat untuk cabang baru. Selain itu kami juga mencari karyawan yang nantinya akan dipekerjakan, mendesain warna dan logo usaha Hot Crispy, serta merencanakan seragam yang akan digunakan oleh para karyawan

3.  T: Berdasarkan seluruh perencanaan yang telah disusun, bagaimana intensitas yang dilakukan untuk mewujudkan perencanaan tersebut?
J: Realisasi dari perencanaan tersebut dilaksanakan sesuai dengan situasi

4. T: Apakah perencanaan-perencanaan yang telah disusun tersebut merupakan perencanaan jangka panjang atau jangka pendek?
J: Perencanaan untuk menambah tempat usaha merupakan rencana jangka panjang kami dalam melakukan usaha Hot Crispy ini. Perencanaan untuk mempertahankan kualitas ayam goreng yang kami produksi merupakan rencana jangka pendeknya.

5.     T: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana-rencana yang telah disusun?
J:  Waktu yang dibutuhkan untuk merealisasikan perencanaan-perencanaan tersebut berbeda masing-masingnya. Misalnya untuk merealisasikan takaran resep yang kami rasa sesuai membutuhkan waktu dua tahun, sedangkan untuk merealisasikan perencanaan menambah tempat usaha dibutuhkan waktu 3 tahun.

6.      T: Siapa sajakah yang dapat membuat/mengajukan perencanaan untuk usaha ini?
J:  Pemilik dan manajer akan berdiskusi berama untuk menentukan perencanaan-perencanaan apa saja yang kiranya akan dibutuhkan.

7.   T: Pada saat membuat perencanaan tentunya ada hal-hal yang sering dijadikan pertimbangan. Hal-hal apa saja yang diperhatikan saat penyusunan perencanaan tersebut?
J:  Hal yang diperhatikan adalah bagaimana perencanaan ini nantinya dapat mendukung peningkatan pejualan sehingga laba pun meningkat.

8. T: Berdasarkan perencanaan-perencanaan yang telah dibuat, apakah terdapat efek HF dalam perencanaannya?
J: Ya efektif. Hal ini terlihat dari pelaksanaan perluasan tempat usaha, yang mana dengan meningkatkan pelayanan agar pembeli merasa nyaman membuat penjualan menjadi meningkat, sehingga laba pun ikut meningkat.

9.     T: Apakah perencanaan-perencanaan yang telah dilaksanakan memberi pengaruh bagi usaha anda?
J:  Tentu saja sangat berpengaruh.

10.  T: Apa saran anda dalam membuat perencanaan agar saat direlisasikan dapat berhasil?
J:  Perencanaan tersebut harus dipikirkan dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha itu sendiri, serta pada saat merealisasikan perencanaan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.


  
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan wawancara yang telah penulis lakukan dengan sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bisnis kuliner “Hot Crispy”, dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut memiliki suatu perencanaan yang berorientasi pada perolehan laba usaha yang lebih tinggi, dan dalam realitanya ada sebagian perencanaan perusahaan yang tidak tertulis namun juga ada yang tertulis. Perencanan yang dibuat oleh manajer beserta pemilik “Hot Crispy” berupa gabungan antara perencanaan jangka pendek sekaligus jangka panjang. Hal tersebut sangat efektif karena dalam realitanya rencana tersebut telah terimplementasikan dengan baik, selain sudah bisa memperluas tempat bisnis (usaha) sebagai tujuan jangka panjangnya, “Hot Crispy” tetap dapat mempertahankan kualitas ayam goreng sebagai tujuan jangka pendeknya.


DAFTAR PUSTAKA
Munandar, Jono M. Dkk. 2008. Modul Kuliah 1 Pengantar Manajemen.Bogor : Departemen FEM-IPB.
Previous
Next Post »
0 Komentar