Kutunggu Kau Di Bawah Sakura



Chapter 6
Japan, Great !


Deru bising mesin pesawat yang tengah siap tinggal landas, menemaniku di penghujung hari terakhir berada di indonesia, setidaknya untuk satu atau dua tahun kedepan, aku akan sangat merindukan hiruk pikuk kota depok, dengan segala kesemrawutannya sebagai kota dimana universitas terbaik negri ini berdiri, dan ribuan pelajar terpilih berkumpul disana. Aku pasti akan sangat merindukan temanku dan dosen-dosenku di departemen teknik arsitektur, dan tentu saja aku akan rindu sekali dengan tempat kosanku, sebuah tempat laiknya surga, dimana aku bebas berkreasi, menuangkan ide-ide brilian menjadi sebuah sketsa karya arsitektur yang fungsional dan estetis.

Sebuah kursi di barisan depan kini menjadi singgasanaku untuk beberapa jam kedepan, beruntung lokasinyapun dekat dengan jendela. Setidaknya walau hanya gumpalan awan putih yang bisa kulihat aku sungguh senang dan berharap untuk bisa menikmatinya, Tak sabar rasanya untuk segera menginjakan kaki ini di negreri impianku, dan mungkin impian-impian pelajar genius lain diseluruh dunia untuk bisa berada disana, ya negri berjuluk matahari terbit “sun rise”, Jepang.  Tujuanku adalah Tokyo, universitas tokyo, karena disitulah program student exchange yang aku ikuti.
Sembari menghabiskan waktu, kunyalakan Ipad 2 yang sebelumnya sudah ku set kedalam modus offline,kugoreskan stylus pen guna membuat sketsa2 ataupun sekedar coretan-coretan kecil, namun garing rasanya kalau tak mendengarkan musik, untuk itu kucolokan headset ke ipod ku, kuputar lagu-lagu ikimono gakari, yang akhir2 ini mulai kusuka.

Tak terasa waktu telah menunjuk pukul 8 pm waktu tokyo. Tak sabar rasanya ingin cepat keluar dari pesawat ini. Brrr “ Udara dingin langsung menyeruak, memaksaku mengenakan syal dan melilitkannya ke leher. Disana aku telah ditunggu oleh teman2 mahasiswa asal indonesia. Tak ada Nisa tentunya, karena aku sengaja merahasiakannya, aku ingin buat surprise untuknya.
Setelah bersapa dengan beberapa mahasiwa yang menjeputku, mereka langsung membawaku ke sebuah apartemen. Tempat dimana aku akan tinggal untuk beberappa waktu kedepan. Adalah ka Juan, Mahasiswa Semester akhir di tokyo university yang menunjukan dimana kamarku, aku sangat menyukainya, dia sangat baik !
“Agas, Untuk sementara ini kamarmu, kalau ada hal2 yang diperlukan, jangan sungkan bilang kepada ku yah”
“ia ka juan, makasih banyak ka (Maklumlah kak juan ini adalah anak salah satu pengusaha kaya di indonesia !”
“Ka juan, bisakah senin besok menemaniku untuk registrasi dan mengurus surat-surat di universitas tokyo ?tolong ka. Aku masih kurang begitu mengerti !” Tanyakku
“sip gas, jangan khawatir ! aku pasti nemenin kamu J “ jawab ka juan.
Aku bergegas masuk ke kamar, dan menata barang-barang yang sedari tadi masih di dalam koperku, wahhh benar2 luas kamarnya, mungkin hanya mahasiswa super tajir yang bisa tinggal di sini !” Kupalingkan muka dan langsung menuju tepi jendela
“ Ternyata apa yang dibilang nisa benar, tokyo memaang begitu indah di lihat dari lantai 30 ini”

Ahh ya, aku mau beres-beres dulu, kumulai dari memasukan baju-bajuku ke dalam lemari, dan mengeluarkan Iphone, Ipod, Dan Ipad 2, Camdig dan tak lupa pula Mac Book untuk kemudian ku taruh di meja dekat jendela tadi. Oh god, aku bahkan lupa kalau aku masih memakai sim operator indonesia, jadi malam ini aku gak bisa ngehubungin nisa sama sekali.. ahh gomen nis !
Ting tong - - Jam menunjukan 00.00 , lebih baik aku tidur, biar besok tidak bangun kesiangan ggumamku...

See yaaaa..on chapter 7
Previous
Next Post »
0 Komentar