Showing posts with label Perawat Kurang Ajar. Show all posts
Showing posts with label Perawat Kurang Ajar. Show all posts

Tak Hanya Pelecehan Pasien Cantik, National Hospital Ternyata Ada Kasus Lain Amat Menjijikkan

Add Comment

Kasus pelecehan seksual di Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, Jawa Timur ternyata tak hanya terjadi pada pasien oleh perawat bernama Junaidi.

"Sekarang perkaranya lagi digelar untuk menentukan penyidikan selanjutnya. Kemungkinan pekan depan dr R yang dilaporkan, akan dipanggil untuk menghadap penyidik," tutur Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (26/1/2018).

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini membenarkan jika penyidik menangani 2 perkara yang kini lagi viral melalui media sosial.

"Terkait pelecehan seksual berinisial W ditangani Polrestabes Surabaya dan R yang diduga mencabuli calon perawat saat menjalani tes kesehatan ditangani di Subdit IV Renakta Polda Jatim," katanya menandaskan.

Untuk menentukan apakah R akan dijerat sebagai tersangka atau tidak dalam kasus dugaan pelecehan seksual, penyidik belum bisa menentukan sekarang.

Pasalnya, penyidik harus mencari serangkaian bukti dan saksi kunci serta saksi lain.

"Mudah-mudahan saksi kunci tidak ada yang mempengaruhi," tegasnya.

[post_ads]

Kenapa laporan yang dilakukan korban pada Agustus 2017 baru direspons sekarang?

"Saksi-saksi yang ada belum mengarah pada keterangan kunci. Tentunya penyidik harus bekerja, menggali informasi untuk menguaknya," paparnya.

Penyidik juga masih mencari second opinion terkait standar operasional prosedur perekrutan di National Hospital dengan rumah sakit lain karena masing-masing rumah sakit memiliki standar operasional prosedur yang berbeda.

Dokter R yang dibidik dalam kasus ini, kata Kombes Frans Barung sudah dikonfrontasi tapi belum dipanggil secara hukum.

"Setelah dilakukan gelar perkara untuk penentuan tersangka, maka R langsung dipanggil untuk diperiksa," tandasnya.

Seperti diketahui, selain dokter R berurusan dengan penyidik Polda Jatim, R juga digugat secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pada PN Surabaya, sudah berlangsung mediasi dan jika tidak ada jawaban akan dilanjutkan dalam persidangan.

Temui Istri Sebelum Ditangkap

Polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satuan Reserse dan Kriminal, Polrestabes Surabaya menangkap Junaidi, Jumat (26/1/2018).

[next]

Junaidi adalah terduga pelaku pelecehan seksual terhadap pasien berjenis kelamin wanita.

Dia ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, tempatnya menginap semalam.

Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan, sebelum menginap di hotel, Junaidi sempat ke Malang, Jawa Timur untuk menemui istrinya.

Saat kembali ke Surabaya, dia kemudian tidur di hotel.

Polisi juga sempat mencari pelaku di rumah kost, namun ternyata rumah kostnya telah ditinggal sejak sebulan lalu.

Yang Diucapkan Sebelum Melecehkan

Dugaan pelecehan terjadi saat korban yang berjenis kelamin wanita dibius karena menjalani operasi.

Saat itu, korban sedang berada di ruang pemulihan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan mengatakan, korban dilecehkan saat dalam keadaan kurang sadar karena masih dalam pengaruh obat bius.

Perawat sepertinya tahu jika korban dalam keadaan kurang sadar sehingga nekat berbuat menjijikkan.

"Kalau dia sadar, pasti melawan," ujar Rudi.

Suami korban, Yudi Wibowo Sukinto saat melaporkan kasus ini di Mapolrestabes Surabaya mengatakan, pelaku memegang buah dada istrinya 2 hingga 3 kali.

"Setelah operasi kan bajunya setengah tela**ang, diraba pa**daranya 2 hingga 3 kali. Istri saya merasa," ujar pengacara terpidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso tersebut.

Sebelum meraba buah dada korban, pelaku sempat mengecek apakah korban sadar atau tidak.

"Dia ditanya, orang dari mana, ibu dari mana? Ngecek kesadaranya apa sudah pulas tidur, tapi istri saya tidak berdaya," tutur Yudi.

Mengetahui dirinya dilecehkan secara seksual, korban pun menangis dan detik-detik kejadian direkam, lalu videonya dalam 2 potongan diunggah melalui akun Instagram diduga milik korban.

Dalam unggahan video tersebut, pemilik akun menyertakan keterangan (caption), "Pantaskah seorang pasien yang lemah tak berdaya mendapatkan perlakuan pelecehan seperti ini ?!."

Saat video diputar, terlihat dia menangis dan mengaku tidak bisa tidur hingga makan karena terpukul.

"Saya nggak bisa tidur, nggak bisa makan. Saya nangis. (Pukul) setengah 4 saya baru bisa tidur, itu pun nggak pules. Saya terhina," demikian dikatakan wanita berparas ayu tersebut.

Lalu, di hadapan oknum perawat sekaligus terduga pelaku, korban memaksa dia mengakui perbuatannya.

"Kamu ngaku dulu, apa yang kamu perbuat. Kamu ngaku dulu. Kamu ngaku dulu depan in," ujar korban bernada keras di ranjang pasien saat tangannya masih dipasangi selang infus.

Tanpa membantah, oknum perawat berseragam itu lalu mengakui perbuatannya.

"Iya memang saya khilaf. Saya minta maaf," kata dia.

[next]

Menonton video tersebut dan mendengar pengakuan oknum perawat, sejumlah pemilik akun melalui kolom komentar akun diduga milik korban pada Instagram ramai-ramai menulis komentar.

Pemili akun @nourhakna menulis komentar, "Pengen banget bogem tu cowok."

Pemili akun @artymonica menulis komentar, "Bisa 2 tahun penjara nih si pelaku."

Pemili akun @jonipotatoo menulis komentar, "Hrsnya dia minta maaf sama mbak, d depan istri dan orang tuanya serta keluarganya,biar malu sama keluarganya atas apa yg dia perbuat ke mbak."

Pemili akun @fanny_desfriany menulis komentar, "Sedih dan sakit hati saya melihatnya mbak, lbh baik dilaporkan biar dipecat dan dipenjara. Perawat macam apa ky gitu."

Pemili akun @arri_munandaarr menulis komentar, "Pelecehan seksual, klo cuma minta maaf gitu aja ga' cukup, kasih pelajaran atau tindakan biar kapok."

Pemili akun @azi.maheso menulis komentar, "Sikat bu, bawa ke ranah hukum. Bukan2 ngompor2i, tapi buat memberikan pelajaran buat dia dan pihak rumah sakit dalam membina staff nya. Jangan mau damai bu."

Pemili akun @eka_midosnes96 menulis komentar, "Laporin aja ke pihak yg berwajib Police, Negara kita Negara Hukum biar dia diHukum sesuai dgn Perbuatannya Biar tau rasa Perawatyah merawat, bukannya malah digi2in."

Pemili akun @fitrifitri46 menulis komentar, "Mbak2 aku yg perawat jadi ikut malu, ikut merasakan gmna sakitnyaa di lecehkan. Udah laporkan aja biar gak bikin jelek nama perawaat, perawat kog gak punya etikaa sama sekali."

Pemili akun @darrenjunius.g menulis komentar, "Gila parah banget laporin aja biar gak ada lg kejadian yang sama."

Pemili akun @jessicaamadea menulis komentar, "Laporin aja mba ...mba nya baek bgt masih bs salaman. Duh kalo saya sih udh saya gampar itu orang."

Pemili akun @juwitawisdom menulis komentar, "Tuk bos rumah sakit segera pecat perawat ini biar agar wanita yang lain tidak menjadi korban dan dia tidak layak menjadi perawat. Bahaya tuh kalau tiba2 dia horny mungkin memperkosa pasien wanita sedang di bius."

"Tuk keluarga korban , perawat ini harus di hukum.. Saya Jijik banget dengan perawat pria ini , sangat layak di pecat dan dihukum . tidak cukup dengan minta maaf , kalau semua cukup dengan minta maaf maka dia mungkin akan mengulangi lagi . Napsu sex pria itu kok ga bisa dikontrol padahal Uda usia lebih 17 tahun tahun Makanya otak itu jangan mikir sex 24 jam setiap hari ."

"Saya empati tuk korban ini."

Pemili akun @syarifmaulanamalikibrahim menulis komentar, "Perawatnya harus masuk jeruji besi. Rumah Sakitnya harus dibekukan selama 10tahun. Baru bakal dapat efek jera."

Pemili akun @newhopeofme menulis komentar, "Saya nonton ini, langsung ngelus dada. Ngeliat berita wanita dilecehkan, saya sebagai sesama wanita seperti ikut dilecehkan juga. Banyak cerita dari org disekitar saya yg kena pelecehan, sampai ada yg trauma. Dan itu bakal "berbekas" disepanjang hidupnya. Tolong proses hukum, mbak! Biar kapok nih manusia mesum cabul najis."(Tribunnews)

Perawat yang meremas-remas pasien cantik dikabarkan Melarikan diri

Add Comment

J, perawat National Hospital Surabaya yang diduga meremas dada pasien cantik, W, belum ditemukan keberadaannya. Petugas Kepolisian yang mencari keberadaan J di rumahnya di kawasan Babatan Surabaya Barat hingga kini belum menemukan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, selain ke pihak manajemen Nasional Hospital, petugas Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya mendatangi rumah J pada Kamis, 25 Januari 2018. J diperlukan keterangannya terkait dugaan pelecehan yang dialami W dan videonya jadi viral di media sosial.

Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, mengakui bahwa polisi belum meminta keterangan terlapor. Polisi baru meminta keterangan W selaku pelapor. "Korban sudah diminta keterangan," katanya kepada wartawan.

[post_ads]

Pihak Manajamen National Hospital menegaskan telah memecat J yang diduga melakukan pelecehan terhadap pasien. Manajemen menyerahkan kasus itu sesuai aturan hukum yang berlaku dan kedisiplinan tenaga kesehatan. "Kami juga serahkan ke organisasi profesi perawat," kata Kepala Keperawatan, Jenny Firsiana.

Dia menjelaskan, J bekerja sebagai tenaga perawat di National Hospital Surabaya sekira lima tahun. Selama itu, belum pernah ada laporan pelecehan diduga dilakukan J. Kendati begitu, pihak National Hospital akan melakukan investigasi terkait kejadian yang menimpa pasien W. "Kami meminta maaf kepada pihak pasien dan keluarga," tandasnya.

Kasus ini bermula ketika video seorang perempuan cantik duduk di atas kasur perawatan di rumah sakit menghardik seorang pria berpakaian perawat tersebar dan jadi viral di media sosial. Si perempuan cantik itu menangis karena merasa diraba-raba dadanya oleh si pria yang dihardik.

"Ancamannya maksimum tujuh tahun penjara," kata Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan. (Viva.co.id)

Suami Korban Pelecehan National Hospital Ternyata Seorang Pengacara

Add Comment

Seorang wanita pasien National Hospital menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan perawat pria. Siapa sangka, korban ternyata istri pengacara.

dalam laporannya ke SPKT, Yudi melaporkan perbuatan asusila yang dilakukan Junaidi, perawat National Hospital, terhadap istrinya yang saat itu baru saja selesai menjalani operasi kandungan.

"Dia (korban) operasi kandungan, dari ruang operasi keluar di ruang pemulihan. Setelah operasi kan bajunya setengah telanjang, diraba payudaranya 2-3 kali, istri saya terasa," kata Yudi Wibowo Sukinto, usai melapor di SPKT Polrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018).

Yudi mengungkapkan rasa jengkelnya pada petugas medis yang sudah melecehkan istrinya yang saat itu dalam keadaan tidak sadar akibat obat bius.

"Kurang ajar itu, perawat cabul. Bisa saja bukan hanya istri saya mungkin orang lain juga mengalami hal serupa," ungkapnya.

Meski merasa marah dan tidak terima dengan perilaku yang dialami istrinya, Yudi pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke kepolisian.

"Kalau manusia bisa minta maaf bukan menghapus pidananya. Saya serahkan sepenuhnya ke penyidik dan kami percaya akan ada hukuman setimpal," ujar Yudi. (bdh/iwd/detik)

Viral video pasien wanita cantik diremas-remas perawat lelaki saat sedang dibius

Add Comment

Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita merintih di kamar rawat rumah sakit jadi viral di media sosial sejak Rabu malam, 24 Januari 2018. Video tersebut diposting @thelovewidya di Instagram pribadinya.

Ada dua video yang diposting akun tersebut sejak kemarin. Dalam video tersebut wanita tersebut menyebut dirinya telah dilecehkan oleh seorang perawat lelaki saat masih di bawah pengaruh obat bius. Diduga wanita tersebut usai menjalani operasi.

Sambil menangis ia menunjuk-nunjuk perawat lelaki yang didamping beberapa perawat wanita lainnya. Ia meminta perawat tersebut mengakui perbuatannya yang meraba payudaranya saat ia tengah dalam kondisi tak sadar.

"Kamu ngaku dulu, kamu remas-remas payudara saya kan? Kamu ngaku, ngaku.." ucap wanita itu sambil menangis di atas tempat tidur kamar perawatan. Tampak tangannya masih menempel selang infus.

[post_ads]

Netizen pun murka setelah melihat video tersebut. Mereka meminta korban untuk segera memproses hukum perawat laki-laki mesum itu.

"RS mana ini, pecat dan proses hukum, jangan2 dia udah sering ngelakuin ini sama semua pasien wanita,,," kata akun @wulanbenina.

"mesumers model gini harus dikasih pelajaran non,harus ditindak secara hukum tindak pidana pelecehan,apalagi terjadi diinstitusi medis,lagian tidak sebanding dengan trauma korban non," timpal akun @venvenvenz.

"Laporin mbaak...laporinnnn.... semoga nnti kedepannya yg nanganin pasien wanita...perawatnya kudu wanita juga," ujar akun @kikieandriani.