Showing posts with label Isis. Show all posts
Showing posts with label Isis. Show all posts

Dua pelaku berpakaian hitam membakar kantor polisi di Sumatra Barat, dan Meninggalkan pesan Jihad

Add Comment
Barang bukti yang "berhasil diamankan", demikian keterangan resmi Polres Dharmasraya yang diterima BBC Indonesia, "satu lembar kertas yang berisikan pesan jihad."

Belum diketahui identitas terduga penyerangan, tetapi kepolisian mengklaim telah menemukan barang bukti lainnya yaitu satu busur panah, delapan anak panah, dua sangkur, serta satu pisau.

Dalam keterangan tertulisnya, otoritas Polres Dhamasraya menyebutkan, petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB mengaku melihat "dua orang dengan pakaian hitam".

"(Mereka) memegang busur panah," ungkap salah-seorang petugas pemadama kebakaran, seperti ditirukan pejabat Polres Dharmasraya.


Aparat Polres Dharmasraya kemudian "mengepung (dua) orang yang dicurigai tersebut", tetapi yang bersangkutan dilaporkan "melakukan perlawanan".

"Mereka melepaskan beberapa anak panah ke arah petugas," demikian keterangan tertulis Polres Dhamasraya. Sehingga, personil Polres Dharmasraya melakukan tindakan tegas dengan menembakkan peluru ke udara, tambahnya.

"Akan tetapi kedua orang tersebut tetap melakukan perlawanan, sehingga dilakukan penembakan kearah kedua pelaku." Kedua orang itu kemudian tewas, kata polisi.

Aksi pembakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.45 WIB menyebabkan seluruh bangunan utama Polres Dharmasraya "hangus terbakar". Diduga api berawal dari salah-satu ruangan di bagian belakang.

Kepolisian setempat saat ini tengah menyelidiki aksi pembakaran serta melacak latar belakang dua orang pelaku yang tewas ditembak

BBC

Pria uzbekiztan Menabrak tewas 8 orang dan teriak "allah Huakbar" di Manhattan, New York

Add Comment
Seorang lelaki mengendarai truk pickup menewaskan tujuh orang saat ia menerobos masuk ke jalur sepeda di West Side, Manhattan, Kota New York, pada Selasa sore waktu setempat.

Kemudian dia meneriakkan "Allahu Akbar" saat keluar dari truk dengan membawa senjata mainan, kata sumber polisi seperti dilansir New York Post.

Serangan yang dicurigai sebagai teror itu terjadi sekitar pukul 15:15 sore, ketika seorang lelaki membawa truk dari Home Depot berbelok ke jalur sepeda, beberapa blok di sebelah utara Chambers St, kata polisi.

USATODAY
Tersangka, yang ditembak oleh polisi, kemudian menabrak 23 orang di jalan dan menewaskan Delapan orang dan melukai lebih dari selusin lainnya, kata polisi.

Dia terus melaju ke selatan dan menabrak mobil lain, lalu keluar dan menunjukkan "senjata api imitasi," kata polisi.

Lelaki itu kemudian berteriak, "Allahu Akbar," menurut sumber polisi.

Saksi menggabarkan sebuah adegan teror, saat orang-orang lari menyelamatkan diri.

USA TODAY

Pengguna Twitter melaporkan sebuah mobil menabrak dua orang dan kemudian menabrak bus sekolah.

"Saya melihat dua mayat dan sepeda hancur di lantai," tulis dia.

Seorang siswa sekolah berusia 14 tahun mengatakan bwhwa mereka pikir itu bagian dari Halloween. "Dia berlari di sekitar jalan raya. Ada lelaki yang yang mengenakan kemeja hijau yang mengejarnya."

Video menunjukkan setidaknya dua orang tergeletak lemas di jalan. Foto juga menunjukkan truk Home Depot di bagian hidungnya ringsek dan dua sepeda hancur.

Para korban sendiri dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue.



usatoday.com

Dilarang Gabung ISIS, Suami Mutilasi Istri Di Depan Anak-anaknya

Add Comment

Kredibel Times - Seorang laki-laki di Melbourne, Australia, dinyatakan terbukti bersalah membunuh dan memutilasi istri sendiri di hadapan ketiga anak-anaknya.
Polisi, seperti disadur dari ABC News, Rabu (20/9/2017), meyakini pria berusia 35 tahun yang namanya dirahasiakan dari publik itu memutilasi sang istri karena melarang dirinya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan gerombolan teroris ISIS.

Berdasarkan dokumen pengadilan, ketiga anaknya mengakui kepada polisi menyaksikan sang ayah membunuh dan memutilasi tubuh ibu mereka di dalam, pada Juni 2016.
Bahkan, anak-anak tersebut mengatakan kepada polisi ayah mereka mengikat tubuh wanita berusia 27 tahun itu memakai lakban, dibungkus plastik, dan disembunyikan dalam seperai sebelum dimasukkan pada bagasi mobil keluarga.

Setelahnya, sang ayah mengajak ketiga anaknya berjalan-jalan memakai mobil itu ke taman sebelah lapangan tenis Dallas.
Sesampainya di sana, mereka melihat sang ayah membuang potongan-potongan tubuh ibu mereka ke semak-semak.

Sesudah membuang mayat mendiang istrinya, laki-laki tersebut mengajak ketiga anaknya pergi ke toko roti untuk membeli kue kering.
Kesaksian ketiga bocah tersebut, secara hukum dikuatkan dengan fakta yang didapat polisi bahwa pelaku pernah “curhat” ke saudaranya mengenai pertengkaran dengan sang istri.
Laki-laki itu mengakui kesal terhadap sikap istrinya yang melarang dia pergi ke Suriah demi
berperang di bawah bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Bahkan, ia juga menceritakan pernah mengiris tangan istrinya memakai pisau untuk meluapkan kekesalannya, enam bulan sebelum terjadi pembunuhan tersebut.
Dalam persidangan, laki-laki itu sudah mengakui sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Ia juga mengungkapkan mencurigai istri keduanya yang dinikahinya secara keagamaan sebagai agen rahasia intelijen Australia.
Laki-laki tersebut, akan menjalani sidang prahukuman pada November 2017.

Suara.com