Showing posts with label autocare. Show all posts
Showing posts with label autocare. Show all posts

Kenali Bagian Rawan Jamur & Karat pada Mobil

Add Comment
Ketika mobil terkena guyuran hujan, jangan didiamkan sampai berhari-hari. Dampaknya, bodi kendaraan akan karat dan jamur. Yang terakhir ini juga bisa terkena pada kaca. Penyebabnya, air hujan banyak mengandung asam, terlebih di kota-kota besar yang tingkat polusinya tinggi. 

Sumber karat tak cuma dari hujan, juga datang dari genangan air di jalan. Saat ini banyak sekali garam kimia yang bercampur dengan genangan air di jalanan, mulai dari asam hingga lapisan aspal yang terkelupas. 

Saat mencuci mobil - bila dilakukan sendiri - segera keringkan. Terlebih cucinya pada malam hari dan langsung masuk garasi. Jika pengeringannya tidak maksimal, air akan bersarang pada bagian tertentu di mobil. Karena tidak dijalankan dan tidak tersengat matahari, maka endapan air tadi bisa menimbulkan karat dan jamur. 

Untuk itu, mesti dipahami di mana titik-titik air bersarang dan jamur itu muncul: 

1. Kaca. Perhatikan pada bagian bawah kaca depan maupun belakang. Tepatnya, pada sambungan karet, di situlah tempat berkumpulnya kotoran, bisa berupa debu yang tersapu wiper atau kotoran dari atap mobil. Bila didiamkan, kotoran itu akan mengeras dan berubah menjadi kerak. Karet pun akan mengeras, tidak elastis. 

2. Talang air. Ketika hujan, air dari atap dibuang melalui talang. Saat mobil diam dan diguyur hujan atau usai dicuci, akan menggenang di talang. Pada mobil tertentu, talang itu dilapisi dengan karet. Nah, air yang bercampur kotoran akan mengeras membuat aliran terhambat. Akibatnya oksidasi dengan udara, air tadi menggerogoti pelat dan menjadi karat. Indikasinya, cat terkelupas dan bodi keropos. 

3. Pintu Bagasi. Untuk mobil jenis MPV ada pintu bagasi. Biasanya, kotoran berkumpul pada bagian atas lantaran air dari atap membawa kotoran numpuk di situ. Jumlahnya cukup banyak dan bagian ini jarang mendapat perhatian. 

4. Sepatbor. Cipratan air dari ban yang bercampur kotoran suka menempel dicelah-celah antara plastik penutup fender dengan bodi. Karena basah , ya memicu karat. Maka, ketika mencuci, upaya dengan tekanan air yang kencang. Sebaiknya, bawa ke tukang cuci mobil yang menggunakan kompresor. 

5. Engsel pintu. Bagian ini sering dihinggapi karat. Tandanya, ketika pintu dibuka mengeluarkan suara kriek...kriek. Usai dicuci, jangan lupa engsel di lap dan setelah itu dikasih cairan penetran.

Tips Cara Merawat Kaca Mobil

Add Comment
Kaca merupakan salah satu komponen penting pada mobil. Karena kaca merupakan pelindung penumpang dari angin dan beberapa objek seperti debu, serangga, kerikil dan lainnya. Begitu pula untuk membentuk aerodinamika dari mobil.  

Tentu kondisi kaca yang baik perlu dijaga. Terlebh karena iklim tropis di Indonesia yang sering hujan dan setelah itu panas terik, dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur dengan cepat. Hal itu pun berdampak mengganggu visibilitas. 

Sebenarnya merawat kaca cukup mudah dan sederhana. Berikut beberapa tips tahapan merawat kaca. 

1. Saat membersihkan kaca, pastikan permukaannya basah agar kaca tidak baret akibat ada­nya kotoran yang menempel di kaca. Gunakan media pembersih seperti lap microfiber. 

2. Khusus kaca depan, upayakan karet wiper tidak menempel pada kaca saat parkir di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Karena karet wiper tersebut dapat menyerap panas dari kaca dan menyebabkan getas. Sehingga kaca bisa baret terkena permukaan karet yang kering tersebut. 

3. Pastikan kaca mobil Anda dalam kondisi kering kecuali saat hujan. Hal ini untuk menghindari kaca ternoda dari proses oksidasi yang dapat menyebabkan pengelihatan Anda terganggu akibat munculnya water spots. 

4. Saat membersihkan kaca samping mobil, pastikan pelipit kaca dibersihkan pakai sikat nylon dipadu sampo. Hal ini dilakukan untuk membersihkan pelipit kaca dari debu.

Tips Ringan Ganti Oli Mesin Mobil

Add Comment
Untuk memilih pelumas yang tepat sebenarnya sangat mudah. Tapi tak jarang pemilik kendaraan dibuat bingung karena banyak mendapat masukan dari teman-temannya soal penggunaan pelumas. 
Berikut tips ringan memilih pelumas yang baik:

Pertama, pelumas sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan mobil. Di sini yang harus dilihat itu kekentalan pelumasnya. Kekentalan pelumas kan bermacam-macam ada yang 10:40, 5:40 atau 15:50.

Kedua, perhatikan spesifikasi performance pelumas. Karena pelumas yang baik harus memenuhi standar international. Hal itu dapat dilihat dari tulisan EPI, SN, atau SI.

Selain itu, konsumen yang hendak mengganti oli sebaiknya memilih pelumas yang direkomendasikan oleh masing-masing pabrikan. Karena yang mangakui pelumas itu bagus atau tidak adalah manufactur tersebut.

Biasanya setiap pabrikan tidak hanya merekomendasikan satu produk pelumas. Sebagai langkah antisipasi jika suatu kendaraan itu berada di satu tempat tapi pelumas tertentu tidak ada. Makanya tidak hanya satu produk yang direkomendasikan.

Hal penting lainnya, konsumen sebaiknya mengikuti prosedur yang dianjurkan pabrikan untuk mengganti oli. Misalnya, perusahan A merekomendasikan ganti oli setelah penggunaan mobil mencapai 5.000 km atau 10.000 km, maka konsumen harus ikut menggantinya.

Lakukan Ini Jika Mobil Baru Anda Kena Noda

Add Comment
Memiliki mobil baru tidak selamanya bebas perawatan. Sering dijumpai mobil baru terdapat noda di beberapa bagian bodi, kenyataan itu bisa diakibatkan mobil terlalu lama disimpan di lapangan terbuka area pabrik dan lolos inspeksi sebelum delivery ke konsumen.  

Wajar bila mobil baru terdapat noda yang susah hilang pada bagian bodi. Karena mobil diletakkan di gudang penyimpanan mobil, biasanya di area lapangan terbuka. Mobil dibiarkan terkena sinar matahari langsung dan kehujanan.
Dengan kondisi seperti itu tentu perlu perawatan. Terlebih jika noda seperti jamur yang tergolong sulit dihilangkan. Selain itu, perawatan ini berguna untuk menjaga tampilan mobil tetap seperti baru dalam jangka waktu lama.

Bila Anda mempunyai waktu luang, proses menghilangkan noda seperti ini bisa dilakukan sendiri. Caranya, cuci mobil secara lebih dahulu. Jangan biarkan mobil kusam terlalu lama. Pastikan melakukan pencucian dari bagian yang mudah hingga ke bagian yang sulit dijangkau. Dengan cara ini, Anda juga dapat melihat di titik mana saja ada noda.

Gunakan sampo khusus mobil dan cara menyeka bodi mobil dengan pola dari atas ke bawah. Hindari gerakan memutar. Hal itu untuk mencegah munculnya baret halus (swirl mark).

Ketika noda di bodi mobil sudah Anda temui, langkah selanjutkan adalah melakukan pemolesan. Anda dapat menggunakan tangan maupun mesin poles. Tuangkan obat poles pada pad, bukan pada bodi mobil. Proses pemolesan pun menggunakan gerak­an yang teratur dari kiri-kanan dan atas-bawah.

Langkah berikutnya adalah melapisi bodi mobil dengan wax. Langkah ini dimaksudkan untuk menghilangkan noda pada mobil baru dan sekaligus mengilapkan cat mobil. Se­baiknya pilih wax dan ramah lingkungan.

Gunakan wax secukup­nya dengan cara oleskan wax pada kain katun (pad). Lalu gosokan ke bagian bodi mobil secara merata dengan sedikit tekanan. Menggunakan mesin poles bisa memberi hasil lebih baik.

Tips Agar Mobil Terhindar dari Efek Buruk Banjir Rob

Add Comment
Kota-kota besar di Indonesia sebagian saat ini acap kali dilanda banjir rob, atau naiknya air laut ke darat. Salah satu kasus paling mencolok adalah kejadian di Jakarta Utara belum lama ini, yang turut merendam banyak mobil. 

Salah satu komponen penting yang bakal rusak parah saat terendam adalah 'otak kendaraan' alias ECU. Langkah antisipasi saat terkena banjir yang paling mudah dilakukan adalah melepas aki. Karena air merupakan penghantar listrik yang baik. Jadi walau posisi kontak off, tetap saja aki bakal mengalirkan listrik ke ECU. 

Parahnya lagi, air laut yang mengandung garam sifatnya lebih baik sebagai penghantar listrik. ECU jadi seperti orang kesetrum yang kaget. Sehingga komponennya rusak. Bahkan rendaman air laut menyebabkan karat dan rontoknya beberapa komponen pada sirkuit ECU. 

Namun jangan langsung panik, bila terlanjur terendam. ECU sebaiknya dibuka dan bagian sirkuitnya dibersihkan dengan cairan thinner atau bensin. Lalu ditunggu hingga kering. Jika mesin yang tentu saja telah dibereskan menyala normal, maka komponen ECU masih bagus.