Showing posts with label salon mobil. Show all posts
Showing posts with label salon mobil. Show all posts

Tips Agar Tidak Tertipu Beli Mobil Bekas Kebanjiran

Add Comment
Membeli mobil bekas atau mobil seken butuh ketelitian. Sebagai langkah antisipasi, tentu pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan. Termasuk performa secara keseluruhan menjadi dasar sebelum memboyong mobil idaman. 

Jadi bukan lantaran banderol murah, tapi sejatinya, karena segala sisi dari mobkas itu masih pada kondisi yang dapat Anda terima. Termasuk bebas dari rendaman banjir tentunya. Nah, ada beberapa langkah untuk menghindari mobil bekas rendaman banjir. Jangan terpedaya dengan penampilan eksterior semata. Paling tidak, efek samping yang bakal didera bisa dihindari dengan mengetahui ciri-cirinya. 

Periksa interior 
Paling kentara dengan memeriksa kondisi interior. Jangan terkecoh dengan penampilan eksterior kala berhadapan dengan mobil yang sedang diincar. Periksa panel dan sudut yang ada di kabin. Seperti di bawah dasbor, di bawah ban cadangan di kabin, panel instrumen, door trim, kompartemen, hingga ke lokasi baut di interior. Umumnya, ada endapan kotoran berupa lumpur masih menyisa di area ini. 

Bau tidak sedap 
Masih dalam area kabin, mobil yang pernah terendam banjir, pasti menyisakan bau tidak sedap. Bila saat membuka pintu, bau tidak sedap terendus, Anda mesti curiga. Pun demikian bila aroma pewangi yang berlebihan. Kecurigaannya, si penjual menyiasati kondisi ini untuk memanipulasi aroma kabin. Bisa juga dari bau tak sedap dari AC. Bercak atau noda Logikanya, bila mobil dalam kondisi terendam, kotoran berupa lumpur bakal membekas. Lihat saja, sejumlah peranti di kabin seperti jok, karpet hingga karet pintu. Periksa teliti perbedaan warnanya dan sisa kotoran yang masih melekat. Bila di karpet, periksa bagian bawahnya atau pada karet pintu. Sementara jok, lihat gradasi warnanya. 

Cek perangkat elektronik 
Coba Anda cek fungsi perangkat elektronik. Seperti mengecek fungsi lampu, central door lock, power window, wiper, slot lighter, lampu sein, suara ketika mesin distart dan lainnya. Pastikan kondisi peranti elektronik itu dalam kondisi baik. Bila tidak, kemungkinan pernah terendam banjir menjadi alasan kuat untuk kasus ini. 

Domisili 
Anda bisa menanyakan domisili pemilik mobil. Bisa juga memeriksa lewat STNK. Setidaknya, informasi domisili menjadi dasar untuk melanjutkan proses selanjutnya. Perhatikan lokasi tempat tinggal dan aktivitas kesehariannya, rawan banjir apa tidak. Langkah ini memang untuk meyakinkan saja, bila mobil yang belum balik nama dan dipakai di daerah berbeda dengan STNK.

Tips Cegah Jamur Hinggap di Bodi & Kaca Mobil

Add Comment
Musin hujan dengan intensitas lebat terus mengguyur tanah air, pemilik mobil dalam status siaga dalam merawat dan menjaga mobil dari kerusakan. Hal ini terutama untuk bodi. Jika tidak cermat membersihkan, maka kandungan air hujan bisa merusak bodi secara perlahan. 

Kondisi mobil seharian bersimbah hujan masih lebih baik ketimbang cuaca bergantian antara hujan dan panas. Pasalnya, jamur justru muncul ketika mobil terkena panas sinar matahari sehabis kehujanan, dan mobil tidak dibersihkan. 

Jamur timbul biasanya dari bekas bercak air yang menempel kemudian mengering di bodi atau kaca. Hampir sebagian besar air hujan itu ada pasir dan kotorannya. Kalau sudah sampai bercak, makin susah dihilangkan. 

Cukup mudah menghilangkan kotoran pada bodi mobil, cukup cuci dengan air bersih dan keringkan dengan plas chamois setiap kehujanan. Cara ini relatif minim biaya. Namun, jika malas, maka cukup kunjungi tempat pencucian mobil. 

Setiap habis terkena hujan, langsung kita cuci. Tidak masalah rugi sedikit tiap hari nongkrong di cuci steam, tapi mobil awet. Kalau mau irit, bisa cuci sendiri. 


Selain bodi, masalah jamur juga mengancam kaca mobil. Jika terkena air hujan, jamur cepat sekali timbul. Selain itu akan timbul korosi/karat di pinggiran kaca film. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk langsung dibersihkan.

Merawat Jok Sintetis Mobil

Add Comment
Setelah dipakai liburan akhir tahun, pastikan Anda menyempatkan waktu untuk melakukan perawatan. Memang, bisa menggunakan jasa salon mobil, tapi kalau yang mau lebih irit, jangan sungkan untuk mengerjakan sendiri.  


Bagi Anda yang sudah melapisi jok dengan kulit sintetis, cara membersihkannya ternyata cukup mudah. Paling penting adalah memilih sabun yang tepat. Caranya pilih sabun dengan kadar Ph rendah, sehingga tak merusak tekstur kulit sintetis. 

Untuk lebih mudah, sabun atau "shampo" bayi bisa dijadikan pilihan utama karena biasanya punya Ph rendah. Metode bisa dilakukan dengan membasuh jok dengan air sabun, kemudian diseka dengan kain bersih. 

Berbeda dengan kulit asli, sintetis lebih mudah perawatan. Setelah kotoran hilang dengan air sabun, cukup seka dengan kain basah dan biarkan mengering. 

Bagi yang tak mau "ribet" memilih sabun bayi bisa membeli produk pembersih dari produsen jok kulit sintetis atau merek lain yang memang khusus dipasarkan. Dengan produk ini, Anda bisa langsung membersihkan kotoran pada jok.


Artikel Terkait:
Cara Mudah Bersihkan Dasbor Mobil
Tips Cara Merawat Kaca Mobil

Kenali Bagian Rawan Jamur & Karat pada Mobil

Add Comment
Ketika mobil terkena guyuran hujan, jangan didiamkan sampai berhari-hari. Dampaknya, bodi kendaraan akan karat dan jamur. Yang terakhir ini juga bisa terkena pada kaca. Penyebabnya, air hujan banyak mengandung asam, terlebih di kota-kota besar yang tingkat polusinya tinggi. 

Sumber karat tak cuma dari hujan, juga datang dari genangan air di jalan. Saat ini banyak sekali garam kimia yang bercampur dengan genangan air di jalanan, mulai dari asam hingga lapisan aspal yang terkelupas. 

Saat mencuci mobil - bila dilakukan sendiri - segera keringkan. Terlebih cucinya pada malam hari dan langsung masuk garasi. Jika pengeringannya tidak maksimal, air akan bersarang pada bagian tertentu di mobil. Karena tidak dijalankan dan tidak tersengat matahari, maka endapan air tadi bisa menimbulkan karat dan jamur. 

Untuk itu, mesti dipahami di mana titik-titik air bersarang dan jamur itu muncul: 

1. Kaca. Perhatikan pada bagian bawah kaca depan maupun belakang. Tepatnya, pada sambungan karet, di situlah tempat berkumpulnya kotoran, bisa berupa debu yang tersapu wiper atau kotoran dari atap mobil. Bila didiamkan, kotoran itu akan mengeras dan berubah menjadi kerak. Karet pun akan mengeras, tidak elastis. 

2. Talang air. Ketika hujan, air dari atap dibuang melalui talang. Saat mobil diam dan diguyur hujan atau usai dicuci, akan menggenang di talang. Pada mobil tertentu, talang itu dilapisi dengan karet. Nah, air yang bercampur kotoran akan mengeras membuat aliran terhambat. Akibatnya oksidasi dengan udara, air tadi menggerogoti pelat dan menjadi karat. Indikasinya, cat terkelupas dan bodi keropos. 

3. Pintu Bagasi. Untuk mobil jenis MPV ada pintu bagasi. Biasanya, kotoran berkumpul pada bagian atas lantaran air dari atap membawa kotoran numpuk di situ. Jumlahnya cukup banyak dan bagian ini jarang mendapat perhatian. 

4. Sepatbor. Cipratan air dari ban yang bercampur kotoran suka menempel dicelah-celah antara plastik penutup fender dengan bodi. Karena basah , ya memicu karat. Maka, ketika mencuci, upaya dengan tekanan air yang kencang. Sebaiknya, bawa ke tukang cuci mobil yang menggunakan kompresor. 

5. Engsel pintu. Bagian ini sering dihinggapi karat. Tandanya, ketika pintu dibuka mengeluarkan suara kriek...kriek. Usai dicuci, jangan lupa engsel di lap dan setelah itu dikasih cairan penetran.

Tips Membersihkan Mobil dari Debu

Add Comment
Saat musim kemarau tiba, ada satu masalah yang kerap menghantui pemilik mobil, yakni serangan debu pada permukaan bodi mobil.

Jika sudah begini, maka perasaan risih langsung menyergap. Apalagi jika debunya hanyalah debu halus yang muncul ketika saat mobil diparkir. Satu-satunya jalan tentu dengan membersihkan semua debu agar tampilan mobil menjadi bersih kembali.


Ada cara praktis mendapatkan bersih maksimal. Yaitu menggunakan kemoceng atau sulak. Kemoceng sering digunakan untuk mengenyahkan debu halus tanpa harus mencuci mobil. Sehingga tenaga dan waktu pengerjaan lebih efisien.

Namun ada bebera­pa hal yang perlu diperhati­kan saat membersihkan debu. Jika debunya sudah terla­lu tebal, sebaiknya jangan menggunakan kemoceng, langsung saja cuci dengan air dan sabun.

Jika debu terlampau tebal, membersihkan dengan sulak hanya akan mengundang potensi gores halus. Gerakan me­nyapu permukaan dengan permukaan yang kering akan membuat debu berge­sekan dengan bodi. Gesek­an itulah yang berpotensi menimbulkan baret.

Perhatikan juga warna mo­­bil. Jika kelirnya gelap, ke­mungkinan muncul­nya ba­ret halus berbentuk sa­rang laba-laba (swirl mark) jadi le­bih besar. Sehingga, Anda ha­rus pastikan debu yang menem­pel tidak terlalu tebal.

Kemoceng yang paling baik adalah yang berbahan wool. Material ini sangat halus dan efektif menangkap debu. Jika sulit menemukan yang berbahan wool, bisa pilih material microfibre. Bahan ini cukup banyak dijual di toko alat-alat car care. 

Yang justru tidak direkomendasikan justru bulu ayam. Di bagian bulunya memang halus, sangat halus, tapi bahaya datang dari batangnya yang bersifat keras. Ada kemungkinan batang menggores saat bersentuhan dengan bodi.

Inilah beberapa langkah yang harus diperhatikan saat menggunakan kemoceng.

-Jauhkan gagang dari permukaan bodi. Jika ujungnya terkena bodi maka dapat menggores permukaan.
-Jangan ditekan. Cukup seka ujung bulu kemoceng ke permukaan bodi.
-Lakukan gerakan satu arah. Misalnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan bolak-balik berbentuk kipas sangat berpotensi menimbulkan baret.