Showing posts with label interior. Show all posts
Showing posts with label interior. Show all posts

Tips Membersihkan Mobil dari Debu

Add Comment
Saat musim kemarau tiba, ada satu masalah yang kerap menghantui pemilik mobil, yakni serangan debu pada permukaan bodi mobil.

Jika sudah begini, maka perasaan risih langsung menyergap. Apalagi jika debunya hanyalah debu halus yang muncul ketika saat mobil diparkir. Satu-satunya jalan tentu dengan membersihkan semua debu agar tampilan mobil menjadi bersih kembali.


Ada cara praktis mendapatkan bersih maksimal. Yaitu menggunakan kemoceng atau sulak. Kemoceng sering digunakan untuk mengenyahkan debu halus tanpa harus mencuci mobil. Sehingga tenaga dan waktu pengerjaan lebih efisien.

Namun ada bebera­pa hal yang perlu diperhati­kan saat membersihkan debu. Jika debunya sudah terla­lu tebal, sebaiknya jangan menggunakan kemoceng, langsung saja cuci dengan air dan sabun.

Jika debu terlampau tebal, membersihkan dengan sulak hanya akan mengundang potensi gores halus. Gerakan me­nyapu permukaan dengan permukaan yang kering akan membuat debu berge­sekan dengan bodi. Gesek­an itulah yang berpotensi menimbulkan baret.

Perhatikan juga warna mo­­bil. Jika kelirnya gelap, ke­mungkinan muncul­nya ba­ret halus berbentuk sa­rang laba-laba (swirl mark) jadi le­bih besar. Sehingga, Anda ha­rus pastikan debu yang menem­pel tidak terlalu tebal.

Kemoceng yang paling baik adalah yang berbahan wool. Material ini sangat halus dan efektif menangkap debu. Jika sulit menemukan yang berbahan wool, bisa pilih material microfibre. Bahan ini cukup banyak dijual di toko alat-alat car care

Yang justru tidak direkomendasikan justru bulu ayam. Di bagian bulunya memang halus, sangat halus, tapi bahaya datang dari batangnya yang bersifat keras. Ada kemungkinan batang menggores saat bersentuhan dengan bodi.

Inilah beberapa langkah yang harus diperhatikan saat menggunakan kemoceng.

-Jauhkan gagang dari permukaan bodi. Jika ujungnya terkena bodi maka dapat menggores permukaan.
-Jangan ditekan. Cukup seka ujung bulu kemoceng ke permukaan bodi.
-Lakukan gerakan satu arah. Misalnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan bolak-balik berbentuk kipas sangat berpotensi menimbulkan baret.

Tips Ringan Rawat Power Window Agar Optimal Kerjanya

Add Comment
Memarkirkan mobil ditempat terbuka, jelas efeknya akan negatif. Semisal dengan melekatnya debu-debu yang mengacaukan penampilan mobil. Bahkan bukan tak mungkin, akan mengganggu kinerja komponen.

Salah satunya akan menimpa karet-karet kaca mobil. Bisa jadi mengeras dan membuat kinerja naik-turun kaca jadi kurang lancar. Enggak hanya bikin kaca seret, tapi efeknya juga ke usia pakai motor power window yang bakal lebih cepat aus. 


Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka sebaiknya karet-karet pintu dilumasi. Caranya, cukup dengan membersihkan karet pintu yang kotor. Bisa menggunakan lap basah, atau gunakan air langsung supaya lebih bersih.

Jika pakai air, sebaiknya masukkan ke botol lalu beri slang untuk menyemprot. Pembersihan dilakukan pada semua karet pintu. Setelah itu, lumasi menggunakan shampo mobil di semua karet yang ada. 

Untuk bisa menjangkau celah-celah karet gunakan slang yang telah dipotong. Tunggu beberapa saat, supaya sampo mobil tersebut mengalir ke bawah dan masuk ke pori-pori karet. Selain menggunakan shampo mobil, bisa juga gunakan oli yang SAE 10. 

Tapi mesti pilih yang masih baru, supaya pelumasan semakin maksimal. Caranya sama seperti pakai shampo. Tinggal tuang oli di sela-sela karet. Gunakan slang supaya oli tidak keluar dari karet. 

Jika seluruh proses sudah dilaksanakan dengan baik, coba naik dan turunkan kaca. Pasti kaca jalan lebih lancar dibanding sebelum dilumasi sehingga kerja motor power window normal. Keuntungan lainnya, licinnya karet kaca akan mengurangi kemungkinan karet kaca menggumpal pada satu tempat dan mencegah karet keluar dari tempatnya. 

Tips Ringan Merawat AC Mobil

Add Comment
Sistem pendingin kabin telah menjadi peranti standar mobil. Masalahnya, banyak pemilik kendaraan yang tidak melakukan perawatan AC. Padahal, sistem ini juga butuh perawatan berkala layaknya mesin untuk menjaga agar kondisinya tetap optimal. 
Beberapa komponen butuh perhatian. Misalnya receiver dryer,  yang tak ubahnya saringan oli atau bensin pada mesin yang perlu diganti secara berkala. Untuk mobil baru, receiver dryer  perlu diganti setelah berumur 2 tahun. Sedangkan untuk mobil lawas, perlu diganti setiap tahun. 

Begitu pula dengan evaporator di kabin yang perlu dibersihkan setiap tahun. Debu yang menempel di evaporator dapat menyebabkan karat. Bila dibiarkan, evaporator akan keropos dan terjadi kebocoran.

Untuk mencegah penumpukan kotoran di evaporator, karpet mobil mesti sering dibersihkan dan selalu gunakan mode sirkulasi AC tertutup sehingga udara luar yang kotor tidak masuk ke dalam kabin.


Bagi pemilik sedan atau mobil yang memiliki ground clearance rendah, kondensor yang berada di depan radiator perlu dibersihkan setiap 3 bulan sekali atau sehabis hujan. Pasalnya, kotoran dari jalanan sering hinggap, sehingga proses pelepasan panas di kondesor menjadi terganggu. Langkah pembersihan dapat dilakukan sendiri.

Tinggal menyemprot air dengan tekanan agak kuat ke kondensor AC di balik gril – sebaiknya lakukan hal ini dalam kondisi dingin. Perilaku pemilik kendaraan juga dapat mempengaruhi umur pakai AC.

Misalnya, tidak mengaktifkan AC saat mesin berputar di atas 2.000 rpm atau saat berhenti – kecuali dalam kondisi macet. Kedua hal ini bisa membuat umur kompresor dan sistem AC akan lebih panjang.