Showing posts with label spooring. Show all posts
Showing posts with label spooring. Show all posts

Kenali Munculnya Getaran di Setir Mobil

Add Comment
Masih banyak pengendara mobil melakukan kesalahan dalam perawatan kendaraan, salah satunya sikap menganggap remeh gejala-gejala yang sebenarnya dapat memicu kerusakan lebih serius. 

Contohnya, jika setir (kemudi) bergetar sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Seharusnya setir tidak terlalu menimbulkan getaran ketika melaju pada kecepatan berapa pun. Namun, banyak kasus yang terjadi di mana mulai terasa getaran saat mobil dipacu pada kecepatan di atas 100 km/jam. 

Gejala ini sebenarnya mengindikasikan telah terjadinya masalah pada roda-roda bagian depan. Umumnya, kasus ini dipicu roda-roda yang tidak balance. Jika dibiarkan, komponen-komponen yang terkait dengan setir dapat terkena imbas. Misalnya, tie rod, end tie rod, bushing steer, serta lahr akan cepat aus dan tidak presisi (oblak). 

Sebaiknya, jika mendapatkan setir bergetar kurangi kecepatan kendaraan. Berkendaralah dengan kecepatan yang tidak menimbulkan getaran pada setir. 

Tentu saja, diharapkan dengan berkurangnya kecepatan, getaran pada setir berkurang, maka efek kerusakan pada komponen lain pun dapat diminimalisir. Selain itu, bergegaslah membawa mobil Anda ke bengkel untuk dilakukan balancing. 

Sebagai bentuk pencegahan, rawatlah kendaraan secara teratur. Jangan lupa, setiap kelipatan 10.000 km lakukanlah balancing. 

Getaran juga dapat disebabkan jika roda-roda mobil sering dipaksa secara kasar melintasi medan yang buruk. Karena itu, bila kebetulan berkendara di jalan yang berlubang, melajulah dengan kecepatan pelan agar benturan pada roda tidak terlalu keras.

Perlunya Spooring dan Balancing untuk Mobil Anda

Add Comment
Saat mengendarai mobil tiba-tiba Anda merasakan getaran hebat pada kemudi mobil Anda, apalagi saat mobil tengah melaju 80 km per jam dan sangat mengganggu perjalanan anda. Atau apakah Anda merasakan suatu guncangan hebat dalam mobil setelah berpapasan dengan bus atau mobil besar lainnya pada kecepatan tinggi.

Jangan menganggap sepele hal ini, meskipun dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada spare part mobil anda. Ketahuilah, penyakit dari semua itu kuncinya pada keselarasan (spooring) dan keseimbangan (balancing) roda serta piranti kemudi (setir) sebagai pengendali gerakan mobil.

Biar mobil mulus lagi jalannya, sebaiknya dicek terlebih dahulu semua kondisi ban dan pelek, pengecekan bagian suspensi, hubungan pada setiap sambungan kaki-kaki. Kemudian lakukan perbaikan balancing dan spooring.Pengecekan ban sebelum di-balancing dimaksudkan untuk mengetahui rotari ban. Ban yang tidak seimbang/balance akan membuat setir kemudi mobil anda menjadi bergetar, dan kemungkinan membuat ban menjadi cepat aus bahkan dapat merusak suspensi kendaraan.

Biasanya getaran ini terjadi di atas 80 km per jam. Jadi balancing ban mobil anda secara rutin. Dan untuk melakukan spooring dilakukan jika terasa kemudi membuang ke satu arah ke kanan atau ke kiri. Kegiatan spooring harus dilakukan agar poros titik kelurusan ban mobil tetap terjaga.

Selain itu Spooring perlu dilakukan supaya keausan ban merata dan memberikan kestabilan pengemudi. Pastikan kaki-kaki mobil benar-benar dalam kondisi siap jalan. Jangan biarkan hal ini terjadi pada mobil anda.

Tips Ringan Beli Ban Mobil

Add Comment
Sekarang ini banyak dijumpai gerai atau toko yang menawarkan pilihan beragam jenis ban mobil. Mulai dari yang buatan lokal dengan harga murah, sampai ban impor dengan harga selangit.

  
Lalu bagaimana cara dalam memilih ban yang masih fresh atau baru agar tidak salah dalam membeli. Berikut adalah  tips mudah agar kita tak salah dalam membeli ban.
 
Ketika memilih ban yang baru, sebaiknya diteliti dulu. Pilihlah ban yang dipajang berdiri bukan yang ditumpuk. Lalu pilih yang terlihat tidak berdebu. Ini cara paling mudah.

Setelah menemukan model atau merek yang cocok, cukup tekan permukaan ban dengan menggunakan ujung kuku. Jika ban itu bagus, akan mudah ditekan dan tidak terasa keras. Tapi ban yang sudah lama, akan terasa keras seperti ban mati saat ditekan.

Cermati Hal Ini Saat Ganti Ban Mobil

Add Comment
Ban buat mobil merupakan komponen yang sangat penting, bagi yang sudah waktunya mengganti ban lama dengan baru harus memperhatikan beberapa hal. Apalagi ingin upgrade ukuran. 

Seiring perkembangan zaman dan persaingan industri ban nasional, beragam merek dunia maupun lokal memenuhi lantai bursa Tanah Air. Harga dan kualitas pun kian bersaing satu sama lain. 
Paling tidak ada 3 hal yang harus diperhatikan jika ingin mengganti ban. Pertama pastikan load index ban minimal sama seperti ban aslinya. Misalnya, Daihatsu Luxio tipe M memiliki load index 91, untuk ban pengganti harus sama, akan lebih baik jika dinaikkan menjadi 92. Load index adalah kemampuan ban untuk membopong beban. 

Hal penting berikutnya, peruntukan ban tersebut. Maksudnya, apakah akan untuk dipakai sport, atau hanya ganti ban standar saja. Sebab beda peruntukan akan berbeda pula varian ban yang dipakai, meski memiliki ukuran yang sama. Perbedaannya akan ada di load index dan speed index (simbol kecepatan). 

Jika ingin mengganti ban yang lebih ekonomis juga harus memperhatikan konversi ukuran. Hal ini penting seandainya akan mengganti dengan ukuran berbeda. Untuk Luxio, ukuran ban standar 195/65-R15. Jika ingin dikonversi bisa memilih 205/60-R15 atau 205/55-R16. Konversi ini berhubungan dengan pembacaan kecepatan di odometer.

Jika ketinggian ban diturunkan jadi 195/55-R15 maka pembacaan di odometer dengan kecepatan sesungguhnya berbeda. Pembacaan di odometer mungkin sudah 100 km/jam, namun actual speed hanya 80-90 km/jam. Demikian juga jika dinaikkan jadi 205/65-R15, maka yang terjadi kebalikannya.

Inilah Kebiasaan Buruk yang Merusak Ban Mobil (Bag.2)

Add Comment
Ba­nyak tindakan atau kebiasaan pengemudi yang bisa merusak atau memperpendek umur pakai ban. Bila dibiarkan, tentu Anda akan mengeluarkan biaya ekstra atau bahkan mengundang bencana.

Agar tidak terjadi, tentu Anda perlu mengetahui beberapa perilaku berken­dara atau pun hal teknis yang kerap terabaikan.

Sering melewati jalan rusak
Menghantam lubang atau melewati jalan rusak merupakan siksaan tersendiri bagi ban. Benturan yang terjadi bisa menyebabkan cedera pada ban seperti pecah atau benjol. Kerusakkan bisa makin parah bila benturan terjadi saat ban dengan tekanan angin di bawah standar yang ditentukan.

Membiarkan mobil diam hingga berminggu-minggu
Membiarkan mobil diam di satu tempat berminggu-minggu bisa menyebabkan flat spot pada ban. Ini adalah bagian ban yang menjadi rata akibat tumpuan pada satu titik dalam jangka waktu lama. Jadi sebaiknya jika ingin menyimpan mobil dalam waktu lama gunaka jack stand untuk mencegah kontak ban dengan lantai garasi.

Membawa beban melampaui load index ban
Load index adalah kemampuan ban dalam menopang beban. Rumusnya, semakin tinggi load index, maka semakin tinggi kemampuan menerima bebannya. Bila ban menahan beban melebihi load index-nya bisa mempercepat keausan tapak dan bahkan merusak dinding ban.

Membiarkan kerikil berdiam di ban
Batu kecil atau kerikil kerap ditemui di sela-sela telapak ban. Jangan sepelekan karena tajamnya kerikil dapat merobek ban dan menyebabkan air masuk ke dalam kontruksi ban. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan merusak kontruksi anyaman kawat baja dalam ban akibat korosi. Kekuatan dan daya tahan ban pun terancam. Atau bahkan tidak bisa dipakai sama sekali.

Tidak melakukan rotasi secara berkala
Rutin melakukan rotasi termasuk salah satu cara untuk memperpanjang usia pakai ban. Rotasi ban mencegah terjadinya keausan tidak merata pada ban. Penukaran sebaiknya dilakukan setiap 5.000 km dengan pola depan-belakang, yaitu ban depan ditukar dengan ban belakang. Bersamaan dengan itu, periksa pula tire wear indicator (TWI) yang berada di alur ban untuk memastikan usia pakainya tidak terlewat.